mau band kamu ada disini? atau lagumu dishare disini? GRATIS....!!! buat anak band yang dah punya lagu sendiri n pengen dishare ke temen-temen laen, disini tempatnya...

ikuti aturan mainnya:
1. kirimkan lagu jadi dengan audio mixing yang normal dilengkapi dengan profil band via email ke: deditsabit@gmail.com
2. beri judul emailnya dengan nama "BAND"
3. konfirmasikan pengiriman via chatbox yang tersedia di sebelah kiri
4. ditunggu hingga proses penyuntingan selesai untuk diluncurkan...

jika ada perubahan dengan lagu, data atau lagunya tidak ingin dipublikasikan di blog ini lagi, segera hubungi admin, atas kerjasamanya kami sampaikan terima kasih dan salam tiga jari untuk mengharumkan citra musik Indonesia...

Photobucket

Post

Cara Cepat ‘Membubarkan Band’

Oleh: Djoko Moernantyo


RETAKNYA band-band kugiran yang namanya cukup mentereng di jagat music Indonesia, semisal PETERPAN, ST12, Dewa19 –mereka adalah band yang sempat menjadi fenomena– masih menyisakan cerita. Dari cerita yang terkumpul, tersimpul memang tidak mudah membentuk satu band yang konsisten di jalurnya. Kesehatian rupanya menjadi “penting” (sangat penting malah -red) untuk mempertahankan eksistensi sebuah band. Mereka mungkin bisa jadi contoh.

Dibentuk karena masing-masing personilnya punya kesamaan di dunia musik, Akhirnya mereka sepakat membentuk band yang “ingin tampil beda”. Perjalanan mereka untuk sampai merilis album pun tidak mudah. Harus ditunda beberapa saat karena pasarnya dianggap kurang pas. Sampai disini, personilnya pun “belum apa-apa” kecuali dikenal di kalangan musisi itu sendiri.

Sampai akhirnya mereka merilis album. Album-album mereka laris manis bak kacang goreng. Mereka mendapat penghargaan dimana-mana. Ditambah gosip-gosip personilnya yang jadi santapan empuk media. Kalau tidak siap dengan menjadi bintang, ya jangan mau masuk industry hiburan, apapun bentuknya. Tapi kalau sudah jadi bintang, jangan bertingkah seperti Tuhan yang bisa dan mampu memperlakukan dunia ini sesuka hatinya.

Sayang, nampaknya beban yang mereka sandang makin berat. Apalagi diimbuhi dengan perbedaan visi [entah visi yang mana tidak pernah terungkap] membuat band-band yang sudah ngetop itu lambat laun seperti kapal yang tengah limbung. Dan benar, akhirnya mereka retak malah ada yang memutuskan bubar. Yah, efek dan penyebabnya bisa dibeber panjang lebar kalau mau, tapi mereka bubar.

Band-band senior yang akhirnya retak atau malah bubar itu, mungkin bisa menjadi contoh, membentuk, mengarahkan dan memanajemeni band tidaklah semudah membalik telapak tangan. Perlu kesehatian visi untuk maju. Kemudian, komunikasi juga penting sebagai bagian dari kesatuan band itu sendiri. Banyak band besar menjadi contoh ‘kegagalan’ menyatukan visi personilnya. Mereka harus merumuskan visi yang lebih jelas kepada personil yang masih tersisa. Kalau tidak, tinggal berhitung saja kapan bubarnya. Singkatnya, cara mudah untuk membubarkan band…

Sumber: AirPutihku

cek band/ daerahmu disini:

bali, bandung, bogor, bojonegoro, depok, jakarta, jember, kudus, lumajang, makassar, malang, pamekasan, probolinggo, purwokerto, semarang, situbondo, sumenep, surabaya, tangerang, dll.
supported by deditsabit